https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1hDnhucenLgPk9gw0ZjA7QlmpcqUIh9ID079_oAbGNTPA04sEvZwXzZ0-rqdAX9qFnp-T_Ugf72mZ9abmstwhClNHyvjP6C-1e_2jqxivhJMTe-iEHOHqwPub68CQI-wyadgJKk_ZiWE/s1600/Graphic1.png


 KONSEP SUBNETTING DENGAN CIDR

Konsep Subnetting dengan penghitungan subnetting IPv4 bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary  dan cara khusus yang lebih cepat.
Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: 


  • Jumlah Subnet
  • Jumlah Host per Subnet
  • Blok Subnet
  • Alamat Host- Broadcast
        Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing)  
yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.  IETF (Internet Engineering Task Force) adalah suatu organisasi internasional yang men-develop dan mensosialisasikan standar internet dan bekerja sama dengan standar W3C dan ISO/IEC yang juga mengatur standar TCP/IP dan internet protocol suite. 
IETF adalah sebuah open standards organization dimana operasional organisasi ini dijalankan oleh volunteers dan dibiayai oleh sponsor. Sponsor utamanya saat ini adalah VeriSign, Inc.


    Penulisan IP address IPv4 umumnya adalah dengan 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Namun jika ditulis dengan 192.168.1.0/26, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.0 dengan subnet mask 255.255.255.192.  
Network Prefix /26 diambil dari penghitungan bahwa 26 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
 

  1. Jumlah Subnet = 2^x
    dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet  mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi jumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet 
  2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2
    dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 - 2. Jumlah host  64 – 2 = 62 host 
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. 
    Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. 
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid?
    nyuhunken tabelnya mang....
    Nih dia tabelnya, Seperti gambar di bawah ini
http://smk-bandung-selatan-1.blogspot.co.id

Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. 

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C pada IPv4.
Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. 


Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk kelas IP dan subnetmask lainnya.
 


Mudah bukan ?..
http://smkbandungselatanbansel1.blogspot.co.id




 

No comments:

Post a Comment